Permainan Bidang Penyekat Desain Rumah Mungil

Desain Rumah Mungil hunian ini diupayakan arsitek desain rumah mungil merespons perubahan cuaca dan sekaligus menyuguhkan permainan massa bangunan yang dinamis melalui konsep susunan bidang penyekat (layering the boundaries).

 

Gagasan Desain Rumah Mungil ini bertitik tolak dari keinginan pemilik rumah untuk memiliki hunian modern dan natural yang berbeda dari rumah tinggal umumnya. Dilihat dari kondisinya, lahan yang memanjang ke belakang berada di hoek persimpangan jalan dan satu sisi panjangnya menghadap ke arah timur sehingga rentan terkena silau cahaya matahari. Untuk merespon kondisi ini, pemilik memberi kebebasan merancang kepada arsitek Desain Rumah Mungil. Sebagai ide awal, arsitek Desain Rumah Mungil mengusulkan wujud hunian beratap datar yang merupakan terobosan baru daerah ini. Ide atap datar ini didukung oleh pengolahan bukaan dan bidang penyekat pada massa bangunan Desain Rumah Mungil. Konsep ini terbukti dapat mengantisipasi perubahan iklim dengan estetika yang bernilai seni tinggi.

 

Konsep Arsitektur Desain Rumah Mungil. Pada tahap awal, arsitek Desain Rumah Mungil merancang massa bangunan dua lantai berbentuk huruf U dengan halaman dalam (innercourt) di bagian tengahnya. Dilihat dari bentuk kavling, halaman dalam yang diolah menjadi kolam renang dan taman ini menempati pojok belakang lahan sehingga dapat menjaga provasi pemilik saat berenang sekaligus mengoptimalkan pengudaraan silang dalam bangunan. Arsitek Desain Rumah Mungil juga menerapkan prinsip bangunan tropis yaitu hampir setiap sisi hunian memiliki bukaan luas agar dapat mengoptimalkan masuknya cahaya matahari dan pandangan ke arah luar. Komposisi solid dan void pada massa bangunan ini juga diimbangi oleh permainan dinamis antara tiang-tiang bangunan yang vertikal dan bidang-bidang horisontal dari atap datar, teritisan dan kanopi. Selanjutnya, massa bangunan utama sengaja dibedakan dengan massa bangunan servis dengan cara menegaskan posisi entrance dan selasar untuk sirkulasi dalam hunian persis di tengah kedua massa bangunan Desain Rumah Mungil.

 

Dengan massa bangunan yang demikian besar, arsitek Desain Rumah Mungil merancang elemen-elemen pengikat yang berfungsi menyatukan dan mengimbangi secara visual (mass interconnection). Contohnya sebuah kanopi panjang menyatukan garasi,pintu masuk hingga teras bagian depan sedangkan satu bidang vertikal berlapis batu andesit di bagian belakang rumah Desain Rumah Mungil mengimbangi void tinggi transparan di pojok depan/hoek rumah. Desain Rumah Mungil ini berhasil menciptakan karakter khas fasade hunian bergaya tropis modern yang didukung oleh aplikasi material dan teknologi yang canggih. Yang paling unik dari arsitektur Desain Rumah Mungil ini adalah konsep susunan bidang penyekat/ layering the boundaries yang merupakan respon desain bangunan terhadap perubahan cuaca. Prinsipnya, arsitek Desain Rumah Mungil menyusun beberapa lapis (layer) bidang penyekat transparan (screen) pada sisi luar bukaan luas untuk menangkis panas matahari sekaligus menghalangi pandangan orang dari arah luar ke dalam hunian Desain Rumah Mungil.

 

Contohnya terlihat pada susunan empat bidang penyekat yang berada persis di luar ruang duduk keluarga di lantai dasar Desain Rumah Mungil. Penyekat pertama berupa bilah-bilah perunggu yang diolah membentuk motif ombak pada satu bidang vertikal sedangkan penyekat kedua berupa deretan beberapa pohon phoenix yang tajuk daunnya berbentuk kipas. Penyekat ketiga Desain Rumah Mungil berupa pagar batas kaveling dan penyekat terakhir adalah pohon-pohon di lahan kompleks. Arsitek Desain Rumah Mungil juga merancang bidang penyekat dalam wujud lain yaitu deretan batang kayu dan kerangka baja yang menyekat selasar lantai atas dan menaungi dek seputar kolam renang. Arsitek Desain Rumah Mungil juga membuat area transisi (penyangga) yang berfungsi menurunkan temperatur ruang yang berada di sisi barat lahan misalnya berupa ruang tangga sempit di area service dan area walk in wardrobe di kamar anak. Selain itu, bidang dek atap rumah dibuat double sehingga terbentuk celah yang dapat mengalirkan udara ke dalam hunian.

 

Konsep Interior Desain Rumah Mungil. Untuk bagian dalam rumah, arsitek Desain Rumah Mungil berupaya membuat susunan/layout ruang yang dapat mengakomodasi kebiasaan pemilik. Prinsip pertama adalah area publik seperti foyer dan ruang tamu dipisahkan dari area privat sehingga tidak mengganggu aktifitas sehari-hari penghuni. Sebagai wujud Desain Rumah Mungilnya, foyer dirancang menjadi bagian awal dari selasar dalam rumah sedangkan area penerima tamu dikelilingi oleh jendela dan pintu kaca yang lebar sehingga memberi kesan ruang dalam yang merangkul lingkungan sekitarnya. Prinsip kedua Desain Rumah Mungil adalah ruang duduk, ruang makan dan dapur menjadi jantung rumah ini, tempat penghuni kerap melakukan aktifitas bersama. Karena itu, area kumpul bersama Desain Rumah Mungil di desain terbuka tanpa dinding penyekat, dikelilingi oleh deretan jendela-pintu kaca yang berorientasi menghadap ke arah kolam renang dan taman di lantai bawah. Dengan demikian, penghuni Desain Rumah Mungil mudah melihat ke berbagai sudut rumah termasuk pemandangan segar ke arah luar.

 

Kusen jendela Desain Rumah Mungil terbuat dari bahan PVC-U sedangkan kacanya (tempered glass) dibuat rangkap tiga agar dapat meredam bising kendaraan di jalan tol yang tidak jauh dari rumah. Prinsip ketiga Desain Rumah Mungil adalah ruang kerja yang nyaman bagi pemilik rumah tempat sang ibu mengerjakan desain perhiasan sedangkan sang ayah dapat membaca koleksi buku. Prinsip terakhir Desain Rumah Mungil adalah mengkombinasikan warna, tekstur dan motif yang dapat memebrikan keceriaan di dalam rumah. Diantaranya, warna-warna earth tones seperti hitam, coklat, krem dan abu-abu, yang menonjolkan motif alami dari serat kayu dan batu alam yang digunakan. Tekstur material Desain Rumah Mungil yang digunakan cenderung tidak mengkilap/matt seperti lantai ruang tamu sengaja dilapisi oleh batu red copper slate dengan permukaan honed doff agar menegaskan nuansa outdoor di ruang ini. Elemen ini dipadu dengan bahan alumunium yang memberi kesan modern pada hunian Desain Rumah Mungil ini.

 

Konsep Landskap Desain Rumah Mungil. Pada dasarnya, tanaman dan ornamen luar rumah dirancang untuk menegaskan konsep arsitektur bangunan Desain Rumah Mungil secara keseluruhan. Sebagai contoh, area kolam renang dan taman dalam diolah menjadi tempat olahraga dan tempat bersantai keluarga dalam suasana yang segar. Area ini dilengkapi oleh dek-dek kayu, kursi, pohon frangipani, patung yang juga menjadi air mancur serta lampu sorot.

 

Selain itu, teras ruang tamu dikelilingi oleh tanaman tropis seperti pandan bali dan hiasan berupa gentong dan tempat duduk dari batu menhir. Secara keseluruhan, desain hunian Desain Rumah Mungil ini berhasil mewujudkan keinginan pemilik dan keinginan arsitek Desain Rumah Mungilnya.