Pencitraan Bangunan Desain Rumah Mungil Lewat Entrance

Entrance area bukanlah sekedar penempatan pintu masuk dan keluar pada bagian depan bangunan desain rumah mungil. Lebih dari itu, penataan elemen-elemen pada entrance bangunan justru dapat menciptakan estetika visual serta pengalaman ruang yang menarik pada bangunan desain rumah mungil.

 

Entrance desain rumah mungil merupakan elemen penting dalam suatu bangunan sebagai bagian dari sirkulasi bangunan. Posisi entrance utama yang terletak pada bagian muka memberi pengaruh secara signifikan terhadap fasade dan seringkali menjadi pusat perhatian pada bangunan.

 

Sebagai ruang transisi yang menghubungkan area luar dengan area di dalam bangunan desain rumah mungil, entrance memiliki potensi untuk menciptakan pengalaman ruang dengan beragam konsep pencapaiannya. Dalam penerapannya, tamu bisa diarahkan menuju entrance secara frontal atau pencapaian yang tegak lurus menuju entrance, dengan perhatian utama pada fasade depan desain rumah mungil.

 

Sebagai bagian dari sirkulasi bangunan desain rumah mungil, entrance juga bisa tampil atraktif. Misalnya pencapaian menuju entrance yang dibuat berbelok sehingga tercipta efek visual secara perspektif. Selain itu, pencapaian bisa juga diskenariokan secara memutar dimana penekanan utamanya adalah untuk memperlihatkan bentuk bangunan secara keseluruhan. Hal tersebut seringkali terjadi karena terpengaruh kondisi lahan. Misalnya diatas lahan berkontur.

 

Contoh:

Permainan elemen garis pada kolom, bukaan, serta tangga pada area entrance menciptakan proporsi yang menarik dan menghilangkan kesan monoton pada bidang fasade desain rumah mungil yang relatif memanjang.

 

Permainan maju-mundur pada bidang vertikal dan horisontal, kombinasi antara bidang transparan dan masif pada area masuk, tekstur batu alam pada lantai dan kolom, serta kombinasi warna pada elemen-elemen tersebut menciptakan entrance desain rumah mungil yang unik.

 

Secondary skin berupa susunan botol menciptakan pola dan tektur yang unik pada fasade bangunan, termasuk pada entrance. Aspek pencahayaan, elemen air pada kolam, vegetasi, permainan maju-mundur bidang dinding, serta permainan tekstur dan material menciptakan karakter tersendiri pada area entrance. Area entrance desain rumah mungil dibuat lebih tinggi dari ketinggian jalan dan pagar depan dibuat rendah sehingga entrance dapat terlihat dari kalan sekitar.

 

Bidang entrance desain rumah mungil membentuk sudut diagonal dari bidang dinding lantai dua sehingga pintu masuk terlihat secara frontal dari luar. Tektur batu alam digunakan untuk menciptakan efek kontras dan tidak monoton. Kesan mengundang diciptakan dengan mengatur bidang entrance menghadap langsung pada akses masuk dari jalan.

 

Dengan fungsi utama sebagai sirkulasi masuk, secara visual keberadaan entrance dapat ditunjukkan dengan perbedaan ketinggian lantai, perbedaan kedalaman bidang dinding, maupun ornamentasi. Selain itu, elemen spasial vertikal dan elemn horisontal pada entrance dapat dikreasikan dengan beragam kombinasi dalam desain untuk mendapatkan kesan visual yang menarik. Elemen vertikal, diantaranya kolom, dinding, jendela, dan pintu. Sedangkan elemen horisontal, diantaranya adalah lantai, langit-langit, teritisan, dan katilever.

 

Dengan kreatifitas desain rumah mungil, penerapan konsep pencapaian serta penataan elemen-elemen pada entrance akan memunculkan aspek visual yang menarik serta memberi citra yang unik pada bangunan.

 

 

Contoh:

Posisi pintu masuk yang tidak terlihat secara frontal ditandai dengan adanya pembedaan kedalaman bidang dinding serta atap datar yang menjorok keluar. Sementara itu permainan void-masif pada bidang samping pintu masuk, serta penggunaan elemen kayu pada kantilever memperkaya aspek visual dari entrance rumah.

 

Dengan struktur rangka yang diekspos, rangka metal tidak semata sebagai penyangga kanopi, tetapi turut menciptakan proporsi yang nyaman secara visual pada area entrance desain rumah mungil.

 

Konsep pencapaian secara berbelok menuju entrance memungkinkan pengunjung untuk menikmati efek perspektif yang menarik pada bangunan. Sementara itu, permainan bentuk, warna, dan tektur pada material di area sirkulasi menciptakan pengalaman ruang desain rumah mungil yang cukup menarik.

 

Penempatan main entrance desain rumah mungil dengan level yang lebih tinggi dari ketinggian tanah dapat menciptakan kesan megah. Sementara itu keberadaan tangga sebagai konsekuensi peninggian tersebut dapat memperkaya elemen visual pada fasde bangunan.

 

Entrance menuju bangunan desain rumah mungil dibedakan antara fungsi servis menuju dapur dan pintu utama. Entrance servis dibuat lebih tersembunyi melalui garasi karena kegiatannya yang relatif privat, sedangkan pencapaian menuju entrance utama dibuat terbuka dengan penambahan ornamen dan vegetasi.