Pekerjaan Arsitek Desain Rumah Mungil

Pekerjaan arsitek desain rumah mungil yang paling sulit, adalah bukan hanya mendesain tetapi ketika menjawab persoalan di lapangan dan memberi jiwa pada bangunan.

 

Bangunan bagus itu memiliki jiwa. Arsitek desain rumah mungil percaya itu karena detail. Jadi bukan karena konsep yang besar-besar, seperti ada kecenderungan pada mahasiswa sekarang, punya konsep besar tetapi detail kedodoran, ya hasilnya kosong.

 

Ketika memulai membuat karya, arsitek desain rumah mungil tidak serta merta berpikir untuk menampilkan ciri khas arsitek desain rumah mungil pribadi, karena arsitektur itu, site specifik, klien specifik yang memberi tugas. Bagi arsitek desain rumah mungil, pertama kali yang dipikir adalah klien harus dimenangkan dulu, artinya memberikan yang terbaik dari keahlian arsitek desain rumah mungil. Dan kekhasan arsitek desain rumah mungil biarlah tercipta dengan sendirinya.

 

Arsitektur Indonesia? Bagi arsitek desain rumah mungil, arsitektur Indonesia itu sudah ada. Jadi ga usah dicari. Mengapa? Karena sudah ada. Arsitektur Indonesia yang ada sekarang kontemporer telah bekerja dengan baik sesuai kemampuannya untuk menyelesaikan persoalan yang ada. Arsitektur Indonesia adalah karya arsitektur yang dibuat di dalam negeri atau di luar negeri oleh arsitek desain rumah mungil asal Indonesia. Tinggal pertanyaannya bagaimana mengembangkannya.

 

Arsitek desain rumah mungil jaman ini pasti menghasilkan jaman ini juga, dengan segala konteksnya, program, ketersediaan bahan, keahlian, kecenderungan masyarakat, itu akan terbentuk dengan sendiri, tak perlu dicari. Apa terlahir disini sekarang adalah arsitektur Indonesia kontemporer. Tinggal potensi kontemporer yang sudah ada itu mau diapakan? Mau bergerak kemana? Pertanyaan yang dijawab dengan pertanyaan.

 

Berkarya desain rumah mungil di Indonesia itu sulit. Malah rumit ketimbang luar negeri. Kasusnya bikin rumah. Keluarga punya tradisi memiliki pembantu rumah tangga. Program ruang untuk pembantu itu rumit. Pembantu punya dunia sosial sendiri yang tak boleh mengganggu tuan rumah, demikian sebaliknya. Pembantu itu biar bagaimanapun perlu diberlakukan secara manusiawi. Dan itu tidak mudah. Arsitek desain rumah mungil mau tidak mau, mesti jadi penengah dua kepentingan itu secara adil.

 

Contoh lain dikota. Apa masih perlu ruang tamu? Kalau dahulu di desa tentu masih perlu. Tapi sekarang, realistis jarang bertemu tamu di rumah. Yang bertamu kebanyakan keluarga atau teman dekat, dan itu diterima di dalam, bukan di ruang tamu. Kalau pun ada tamu non-keluarga itu bisa dihitung dengan jari dalam setahun. Nah, justru kecenderungannya pertemua bisnis dan sebagainya berlangsung di luar rumah, bisa di kafe, di rumah, dan lainnya. Daripada ruang tamu banyak menganggur, bukan lebih baik buat ruang belajar anak. Salah satu pikiran arsitek desain rumah mungil.