Membuat Desain Rumah Mungil

Membuat Desain Rumah Mungil dengan mempertimbangkan kebutuhan, kebiasaan, kemampuan keluarga dan menghasilkan desain rumah mungil yang ideal.

 

Ketika kita merancang dan membangun desain rumah mungil, sebagiannya adalah proses membangun kebiasaan kehidupan kita dan keluarga. Karena itu sudah sepatutnya apa yang kita bangun merupakan sesuatu yang kita inginkan dan idam-idamkan. Disitulah tugas arsitek desain rumah mungil menterjemahkan keinginan dalam bentuk sketsa tiga dimensi. Langkah pertama arsitek sebelum membuat sebuah sketsa adalah menentukan apa yang diinginkan pemberi tugas. Harus cukup yakin menentukan apa yang dikehendaki keluarga terhadap hunian yang akan membentuk hidup mereka, disamping lokasi, suasana, dan lingkungan yang tepat.

 

Bagi suatu keluarga, rumah tinggal desain rumah mungil merupakan cetakan bagi bentuk kepribadian anak-anak di kemudian hari. Perkembangannya dari bayi, anak-anak, remaja, dewasa, kemudian menikah adalah proses panjang yang bentuknya berubah-ubah. Proses itu juga membutuhkan tempat bernaung yang berubah-ubah.

 

Ada sebuah konsep yang diterjemahkan dalam komposisi ruang dalam desain rumah mungil, yakni ruang-ruang tidur sebagai wilayah tersuci dibiarkan terpisah dan berdiri sendiri. Kamar tidur orangtua dan anak dikelompokkan dalam area ruang tidur dengan satu akses masuk. Namun masing-masing kamar tetap dipisahkan dengan satu ruang perantara yang berfungsi sebagai ruang belajar dan koridor ke kamar mandi bersama. Area kamar tidur diciptakan sangat tertutup dari jangkauan pandangan area publik. Kebersamaan yang tidak mengurangi nilai keprivasian juga membuat program ruang-ruang fungsional lain disatukan. Ruang keluarga dan ruang kerja, ruang hobi dan ruang makan disatukan dalam satu ruang besar tanpa sekat. Untuk menambah rasa keleluasaan ruang tersebut diberi langit-langit tinggi.

 

Itulah beberapa pertimbangan membuat desain rumah mungil dengan memperhatikan faktor kebiasaan penghuni.