KAMAR MANDI Rumah Mungil

Kamar mandi untuk rumah mungil.

 

Kamar mandi merupakan tempat yang unik bagi banyak orang. Di sana, segala privasi ditampakkan. Jati diri manusia yang sebenarnya akan terlihat dari cermin kamar mandi. Di kamar mandi, kita bebas untuk melakukan hal apapun. Ya, apapun, bahkan untuk hal-hal di luar akal sehat sekali pun. Toh, tidak ada yang melihat ini. Orang yang bertingkah menurut psikologi kamar mandi bertingkah terlalu vulgar di ruang publik. Mereka tidak paham, atau lebih tepatnya, tidak mau tahu akan tata aturan masyarakat yang ada. Kamar mandi bagi mereka bukan hanya sekadar tempat membersihkan diri dari kotoran, tetapi telah menjadi sebuah wilayah di mana mereka tinggal dan menghabiskan waktunya sehari-hari.

 

Korupsi milyaran rupiah mereka anggap ibarat uang seribu rupiah sebagai tanda terima kasih kepada petugas WC umum. Mobil dinas milyaran rupiah mereka anggap sabun cair baru sebagai pemoles diri untuk senantiasa tampil elok. Padahal, mereka tidak menyadari seelok apapun mereka, tetaplah tempat mereka di kamar mandi, muara segala kotoran. Penerapan psikologi kamar mandi juga telah berlaku terhadap banyak orang, tidak hanya pejabat. Anak, istri, suami, ayah, ibu, tetangga, kakek, orang asing, siapapun mereka larut dalam nikmatnya mandi ramai-ramai di dunia kamar mandi.

 

Dunia ini sudah menjelma menjadi sebuah WC umum raksasa tanpa sekat. Setiap penduduknya telanjang dan menelanjangi diri mereka sendiri tanpa tahu malu dan rasa-rasanya mereka lupa apa itu malu. Di dalam dunia kamar mandi ini, setiap orang dididik untuk menjunjung tinggi hal-hal superfisial, kemolekan tubuh, kekayaan harta, kepemilikan jabatan, dan sebagainya. Hal-hal seperti tanggung jawab, amanah, toleransi, jiwa sosial, diinjak-injak dan ditutup rapat-rapat seolah-olah hal-hal tersebut adalah tinja yang keluar dari (maaf) pantat mereka. Ah, saya merindukan ruang yang lebih baik dibanding sekadar kamar mandi….