Fasade Desain Rumah Mungil Ibarat Wajah Pemilik

Fasade desain rumah mungil tentu memiliki karakter berbeda dan ciri khas.

 

Selain sebagai pembeda dengan rumah lainnya, fasad bisa mengisahkan karakter dan pribadi pemilik.

 

Banyak hal yang bisa menjadi acuan kita sebelum membentuk fasade. Langkah awal adalah menyoal, apakah hunian yang kita berada pada sebidang tanah yang berada di sudut dengan pandangan dari berbagai arah, atau tanah yang kelak jika dibangun, berada pada satu bidang sejajar. Memang, kebanyakan rumah hanya menyediakan satu jalur, yaitu pandangan tampak muka.

 

Umumnya, fasade di sebuah perumahan akan sama. Pasalnya, tidak jarang pihak pengembang melarang pemilik untuk mengubah fasade. Untuk kondisi ini, kita harus pandai-pandai memberikan pertanda khusus agar rumah kita bisa dibedakan dengan rumah lainnya. Cara paling mudah adalah dengan meletakkan ornamen unik di depan rumah, misalnya gentong atau mengolah lahan taman semenarik mungkin.

 

Sedangkan pada rumah yang semuanya sejajar, kita masih diberi kebebasan untuk mengolah ulang. Yang paling mudah adalah dengan mengganti model kusen jendela atau pintu dengan membedakan atau bisa memberikan aksesori tambahan pada satu bidang dinding, misalnya dengan batu-batuan, warna cat. Memang, paling enak bila kita bisa mengubah fasade secara keseluruhan.

 

Unsur penting sebuah fasade. Fasade berasal dari bahasa francis yaitu fasade, artinya bagian depan atau wajah. Fasade merupakan rangkaian elemen arsitektur, mulai dari atap, dinding, bukaan, lantai, struktur, genteng, taman, hingga pencahayaan.

 

Sebenarnya kita bebas berkreasi untuk menentukan fasade sesuai keinginan tanpa harus terpaku pada pakem. Coba satukan unsur minimalis dengan nuansa alam pada dinding, baik itu kayu, batu, atau hanya camprotan semen saja. Jadi, apapun yang diinginkan kita harus berani. Contoh lain, jendela gaya kolonial bisa kita padukan dengan gaya etnik, sedangkan gaya klasik pun, kita bisa satukan dengan permainan kaca pada satu sisi, seperti etalase untuk menampilkan elemen yang ada di dalam, misalnya furnitur yang memang bergaya klasik.

 

Memang, rumah akan terlihat cantik jika semua komposisi pas penempatannya. Selain kepekaan dan rasa, kita pun harus memiliki seni. Walau berupa penggabungan beberapa unsur, fasade pun masih terlihat enak elegan.

 

Semua saling isi. Sebaiknya, fasade rumah harus memiliki benang merah dengan bagian dalam interiornya. Bisa saja melompat sedikit dari gaya awal fasade, tetapi harus ada penuntun untuk memberikan nuansa yang menyatu dengan keseluruhan rumah. Untuk rumah bergaya country, akan terasa nyaman jika bagian dalamnya pun sekaligus berunsur kayu.

 

Sisi lain yang bisa mengikat bagian dalam dan fasade adalah taman. Misalnya, pada rumah minimalis, tamannya perlu mengadopsi gaya yang simple. Pada gaya klasik, kita bisa menempatkan berbagai tanaman yang lebih tinggi, sedangkan pada gaya etnik, kita bisa memberikan sentuhan permainan batu dan gerabah.

 

Hal lain yang terkadang dianggap sepele adalah warna cat. Warna cat fasade akan memperngaruhi tampilan rumah secara keseluruhan. Sebaiknya, jika memberikan satu warna yang mencolok, pilih satu bidang saja. Untuk amannya, beri warna netral pada seluruh fasade dengan warna senada, sementara perbedaan masih bisa kita mainkan pada kusen jendela dan pintu.