Desain Rumah Mungil Rangkuman Tulisan

Desain Rumah Mungil merangkum tulisan dalam berbagai posting desain rumah mungil.

 

http://www.desainrumahmungil.com/desain-rumah-mungil-pola-usulan/

 

http://www.desainrumahmungil.com/desain-rumah-mungil-spesifik-daerah-elit/

 

http://www.desainrumahmungil.com/desain-rumah-mungil-bisa-eksplorasi/

 

http://www.desainrumahmungil.com/desain-rumah-mungil-hak-fee-ekonomis/

 

http://www.desainrumahmungil.com/desain-rumah-mungil-offline/

 

http://www.desainrumahmungil.com/desain-rumah-mungil-arsitek-kemang-menteng-bintaro/

 

http://www.desainrumahmungil.com/desain-rumah-mungil-penempatan-area-pembantu-service/

 

http://www.desainrumahmungil.com/pola-ruang-desain-rumah-mungil-dan-bentukan-fasade/

 

http://www.desainrumahmungil.com/vitae-desain-rumah-mungil/

 

http://www.desainrumahmungil.com/desain-rumah-mungil-minimal-3-ruang/

 

http://www.desainrumahmungil.com/desain-rumah-mungil-karya-rumah-tinggal/

 

http://www.desainrumahmungil.com/desain-rumah-mungil-kian-padat/

 

http://www.desainrumahmungil.com/desain-rumah-mungil-baru/

 

http://www.desainrumahmungil.com/desain-rumah-mungil-rumah-tumbuh/

 

http://www.desainrumahmungil.com/arsitek-bintaro-jasa-desain-rumah-mungil/

 

http://www.desainrumahmungil.com/desain-rumah-mungil-arsitek-serang-dan-arsitek-cilegon/

 

http://www.desainrumahmungil.com/rencana-desain-rumah-mungil/

 

http://www.desainrumahmungil.com/jasa-arsitek-rumah-banyak-desain-rumah-mungil/

 

http://www.desainrumahmungil.com/desain-rumah-mungil-banyak-permintaan-2/

 

http://www.desainrumahmungil.com/arsitek-rumah-mungil-terus-berkarya/

 

http://www.desainrumahmungil.com/arsitek-balikpapan-kami/

 

http://www.desainrumahmungil.com/arsitek-banjarmasin-untuk-desain-rumah-mungil/

 

http://www.desainrumahmungil.com/desain-rumah-mungil-renovasi/

 

http://www.desainrumahmungil.com/perumahan-dengan-desain-rumah-mungil/

 

http://www.desainrumahmungil.com/desain-rumah-mungil-mengeliminir-ruang/

 

Berpikir mempunyai desain rumah mungil ideal dengan dana terbatas adalah sebuah pemikiran yang jamak dipikirkan, apalagi bagi keluarga yang baru saja membina ikatan perkawinan. Rumah Tumbuh adalah sebuah solusi cerdas dalam membangun hunian ideal dengan dana terbatas. Mungkin sebagian besar kita mengartikan sebagai rumah dengan luas kecil. Namun bagi kami, lebih tepat jika rumah mungil diartikan sebagai rumah yang sesuai kebutuhan. Baik kebutuhan fungsi wadah ruang kegiatan penghuni yang dikalkulasi dengan jumlah penghuni. Keluarga muda sepasang suami istri yang baru memiliki anak bisa diartikan sebagai penghuni rumah mungil. Namun seiring dengan bertambahnya jumlah penghuni maka kebutuhan ruang rumah mungil pun meningkat. Luasan rumah yang semula kecil/sempit harus diperluas. Jumlah kamar bertambah. Dan diperlukan juga ruangan lain dengan pertambahan fungsi. Selain ruang dapur-makan, ruang servis, ruang keluarga, ruang tamu, ruang pembantu, bahkan ruang belajar, mushalla dan ruang santai. Untuk langkah awal, kami sarankan dengan membuat ruangan luasan cukup untuk  lebih dari satu fungsi ruang. Misal untuk ruang tidur anak dapat menampung lebih dari satu orang ataupun kamar anak yang bisa difungsikan juga sebagai ruang belajar bahkan ruang kerja bagi orangtuanya.

Apa bisa orang awam mendesain rumah sendiri?? Bisa! Biasanya pemilik hanya berkutat pada tampilan, bukan pada fungsi ruang. Ibarat periksa penyakit pada dokter, klien mencoba mengungkapkan keluhannya. Jadi kebutuhan pemilik rumah harus diutarakan pada arsitek, termasuk fungsi aktifitas serta tampilan desainnya. Apakah mungkin Anda mendesain sendiri rumah yang mungil? Tentu saja mungkin, karena andalah yang mengerti bagaimana harus merubah dan mengembangkan rumah sendiri. Lalu bagaimana langkah awal dalam desainnya? Anda sendirilah yang harus mengetahui dan membayangkan apakah kebutuhan lanjutan untuk rumah mungil yang sudah ada. Apakah ruang-ruang yang kurang dan dibutuhkan mendesak. Apakah harus membongkar ruang lama atau cukup menambah ruang baru. Hal ini penting karena walaupun dengan bantuan arsitek rumah, tanpa ada peran anda dalam menentukan kebutuhannya maka akan terlalu banyak alternatif tanpa ada keputusan dalam merubah desain rumah mungil terdahulu.

Apakah arti rumah mungil buat Anda?? Mungkin sebagian besar kita mengartikan sebagai rumah dengan luas kecil. Namun bagi kami, lebih tepat jika rumah mungil diartikan sebagai rumah yang sesuai kebutuhan. Baik kebutuhan fungsi wadah ruang kegiatan penghuni yang dikalkulasi dengan jumlah penghuni. Keluarga muda sepasang suami istri yang baru memiliki anak bisa diartikan sebagai penghuni rumah mungil. Namun seiring dengan bertambahnya jumlah penghuni maka kebutuhan ruang rumah mungil pun meningkat. Luasan rumah yang semula kecil/sempit harus diperluas. Jumlah kamar bertambah. Dan diperlukan juga ruangan lain dengan pertambahan fungsi. Selain ruang dapur-makan, ruang servis, ruang keluarga, ruang tamu, ruang pembantu, bahkan ruang belajar, mushalla dan ruang santai. Untuk langkah awal, kami sarankan dengan membuat ruangan luasan cukup untuk lebih dari satu fungsi ruang. Misal untuk ruang tidur anak dapat menampung lebih dari satu orang ataupun kamar anak yang bisa difungsikan juga sebagai ruang belajar bahkan ruang kerja bagi orangtuanya. Masalahnya adalah kita harus cermat dalam mendesain ruangan rumah mungil. Tidak cuma ukurannya, tapi letak dan perabotnya sehingga multifungsi serta kompak dalam penataannya. Rumah Mungil tidak berarti selalu kecil namun dapat disiasati untuk terkesan lapang dan nyaman.

Bagaimana konteks nyatanya dalam mendesain rumah anda? Ambil analogi baju, maka ukuran baju adalah layout peletakan ruang berikut besaran luas ruangannya. Keterpaduan pola hubungan antar ruangan dalam rumah harus sesuai dengan aktifitas penghuni rumah. Bagaimana dengan suasana ruangan? Apakah penghuni menyukai kegiatan terpadu, ringkas, simple, misalnya, atau malah menonjolkan masing-masing aktifitasnya. Dari sinilah sebenarnya harusnya bermula gaya atau style dari sebuah rumah. “Beauty from inside”. Karakter pola ruang berikut aktifitasnya mencerminkan “place” atau suasana ruang, tercermin pada bentuk irama desain, sampai terwujud pada bentuk bangunan termasuk tampilan muka atau fasade. Dari sini dapat dipraktekkan misalnya untuk pola ruang bisa dengan mencontoh pola perumahan atau desain rumah yang sudah ada. Yang penting cocok dengan karakter penghuni rumah seperti anda. Setelah itu menentukan pola aktifitas yang berujung pada bentuk desain baik ruang maupun interior. Dan akhirnya harus tercermin pada citra atau image tampilan luar. Balik ke analogi ibarat baju, yang terpenting cocok nyaman dipakai, sesuai fungsinya misal baju tidur atau baju resepsi. Baru setelah itu model gaya baju yang terwujud estetis desain apakah serasi atau kontras. Bukan terbalik, memilih baju yang indah tapi tidak tepat untuk situasi pakai bahkan tidak nyaman / longgar dipakai. Seperti memilih beli rumah cantik modelnya tanpa nyaman ruangannya.

 

Bagian 2

 

Seperti apakah Rumah Mungil itu? Rumah dengan luasan cukup sangat diperlukan sebuah keluarga. Sangat kecil sebuah rumah dengan type 36, 45, 54 dan 60 m2. Dan dengan luas 100 m2 pun hanya cukup untuk keluarga muda. Jika keluarga sudah lebih 10tahun dan mempunyai anak berumur sekolah menengah, maka paling ideal rumah dengan luas sekitar 200 m2. Jika anda mempunyai dana yang cukup untuk type 200 atau lebih besar, tidaklah punya masalah. Namun bagaimana jika dana belum cukup, bertahap, atau bahkan dengan program cicilan pun belum mencukupi. Hal ini bisa disiasati dengan cara bertahap, mempunyai rumah sesuai berkembangan anggota keluarga. Rumah dengan luasan yang semula mungil, dibangun bertahap sehingga menjadi rumah tumbuh. Kuncinya adalah perencanaan desain rumah yang siap berkembang. Kami menyajikan beberapa desain yang dapat anda pertimbangkan. Disajikan untuk rumah yang juga tumbuh vertikal bertingkat, mengingat keterbatasan luasan tanah yang sering muncul karena awalnya rumah mungil cuma memiliki tanah sempit akibat mahalnya harga tanah.

Apakah bedanya berbagai desain rumah mungil? Perbedaan yang mencolok adalah dari tampilan bentuk depan rumahnya. Jika dilihat dari fungsi ruang yang ada di rumah mungil itu bagaimana? Biasanya sebuah rumah mungil di desain hanya minimal 2 buah ruang. Yang paling banyak berkisar 3 sampai 5 ruang saja. Dari jumlah ruang berbagai desain rumah mungil itu kadang bukan berbeda dari jumlah ruangannya. Tetapi dari ukuran ruang, bentuk dan penataan layout susunan ruangannya. Jika dipaksakan memperbanyak ruang maka ruang yang terbentuk menjadi kecil-kecil, sebaliknya jika membutuhkan ruangan berukuran lebih besar maka jumlah ruang nya berkurang.

Bagaimana membuat desain rumah? Idealnya rumah harus direncanakan secara personal untuk dapat mengakomodasi kebutuhan penghuninya. Tidak bisa dibuat seragam seperti di perumahan. Rumah seperti pakaian. Yang memakai (menghuni rumah) bisa tampil sangat ekspresif, serasi, maupun kontras atau bisa menjadi biasa saja sampai tidak mau keliatan. Tapi itu hanya tampilan luarnya saja. Yang lebih penting adalah fungsi pakaian yang nyaman dikenakan. Tidak bisa dipungkiri, model rumah yang ditawarkan developer perumahan mengunggulkan bentuk-bentuk tampilan yang terlihat cantik dan bagus dari tampak muka (fasade). Namun sejatinya apa yang dibutuhkan dari sebuah rumah adalah kualitas ruang di dalam. Kualitas ruang bisa dianggap sepele, karena lebih mementingkan bentuk (model) daripada bicara konteks ruang karena dianggap tidak kelihatan. Padahal itu yang kita rasakan. Arsitek ketika merancang tidak boleh memulainya dari kertas, tapi harus mengerti lokasi, memahami ruang, sehingga konteksnya menjadi penting. Space menjadi place berkat aktifitas di dalamnya.

Seberapa luaskah Rumah Mungil yang terbaik untuk Anda?? Jika pembangunan rumah mungil dimaksudkan karena adanya keterbatasan biaya pembangunan, maka jawabannya adalah dengan mencukupkan anggaran yang tersedia pada tahap awal rumah mungil itu. Namun perlu diperhatikan bentuk dari desain termasuk di dalamnya elemen-elemen bangunan rumah mungilnya. Tetapi selain itu yang terpenting adalah rencana pengembangannya, kapan dan bagaimana. Jika mempertimbangkan hal diatas, maka kami mengambil kesimpulan, rumah mungil dengan luasan kecil lebih baik dan lebih mudah untuk dikembangkan. Terlebih jika rencana pengembangan ( termasuk anggaran) belum matang. Rumah dengan luasan mungil 45 m2, 36 m2 atau bahkan 21 m2. Mudah dikembangkan. Bahkan secara ekstrim mudah dilakukan renovasi besar dengan pembongkaran. Ruangan pada tahap awal, disamping keterbahasan anggaran pembangunan, dapat diambil ruang-ruang terpenting untuk pemilik rumah, atau ruang primernya. Semisal ruang tidur, KM/WC, dan dapur. Sementara ruang lain yang bersifat sekunder, bisa dibuat sistem bergabung ataupun multi fungsi. Ruang makan bisa digabung dengan dapur. Ruang tamu bergabung dengan ruang keluarga. Bahkan sistem berganti multifungsi: ruang tidur pada siang hari menjadi ruang bermain/belajar anak, bahkan ruang kerja sementara. Hal ini bisa dipecahkan dengan layout perabot multifungsi juga. Sekat ruangan bisa dibuat bergeser atau lipat simpan seperti pada rumah type studio. Bahkan tempat tidurpun bisa dilipat geser berganti dengan meja makan!!

 

Bagian 3

Bagaimana membuat desain rumah? Idealnya rumah harus direncanakan secara personal untuk dapat mengakomodasi kebutuhan penghuninya. Tidak bisa dibuat seragam seperti di perumahan. Rumah seperti pakaian. Yang memakai (menghuni rumah) bisa tampil sangat ekspresif, serasi, maupun kontras atau bisa menjadi biasa saja sampai tidak mau keliatan. Tapi itu hanya tampilan luarnya saja. Yang lebih penting adalah fungsi pakaian yang nyaman dikenakan. Tidak bisa dipungkiri, model rumah yang ditawarkan developer perumahan mengunggulkan bentuk-bentuk tampilan yang terlihat cantik dan bagus dari tampak muka (fasade). Namun sejatinya apa yang dibutuhkan dari sebuah rumah adalah kualitas ruang di dalam. Kualitas ruang bisa dianggap sepele, karena lebih mementingkan bentuk (model) daripada bicara konteks ruang karena dianggap tidak kelihatan. Padahal itu yang kita rasakan. Arsitek ketika merancang tidak boleh memulainya dari kertas, tapi harus mengerti lokasi, memahami ruang, sehingga konteksnya menjadi penting. Space menjadi place berkat aktifitas di dalamnya.

Bagaimana menyusun ruang untuk sebuah rumah?? Awalnya harus ditentukan ruang apa yang pertama penting. Biasanya yang dianggap penting adalah ruang tidur. Banyak perumahan yang menawarkan rumah 2 buah ruang tidur (mulai type 36) yang susunannya berjejer 2, atau mengapit KM/WC. Ruang kedua biasanya ruang umum, yang bisa diisi ruang berkumpul, untuk makan ataupun menyiapkan hidangan.Dapurpun dianggap kebutuhan setelah ruang tidur. Bahkan rumah type kecil malah belum ada ruang untuk dapurnya. Namun sekarang terutama untuk masyarakat urban, dapur merupakan ruang awal yang penting, apalagi untuk keluarga kecil, sepanjang hari isteri berada di dapur. Malah beberapa desain karena kebutuhan suasana, keamanan, dan kemudahan (kontrol) tamu datang, letak dapur adalah di bagian muka. Bukan lagi bersifat kotor / area servis namun bisa sebagai area show off / pajangan/ pamer. Ketiga, ruang umum berkumpul penghuni rumah / keluarga. Biasanya untuk ngobrol, bercengkrama, ditandai kegiatan nonton TV. Ruang ini bisa bergabung atau multifungsi dengan ruang makan bahkan ruang belajar anak dan ruang kerja. Keempat, ruang tamu. Bagi masyarakat urban, kegiatan bertemu orang terutama soal pekerjaan lebih banyak di luar rumah / tempat umum. Sementara tamu kerabat dekat bisa langsung di ruang keluarga. Jadi keberadaan ruang tamu untuk rumah type kecil sering ditiadakan. Atau cuma tersedia ruang kecil berupa foyer dengan 2 buah bangku, bahkan malah di area luar semisal teras atau beranda. Nah dari ruang-ruang utama diatas, yang perlu dipertimbangkan untuk rumah mungil type kecil adalah bentuk kegiatan anda, seperti : apakah perlu dapur besar untuk memasak bersama untuk pesta? Apakah sering acara terima tamu bahkan acara hajatan?

Bagaimana Menentukan Ruangan pada Rumah Mungil? Menentukan desain ruang rumah mungil harus berdasarkan skala prioritas, mana ruang yang dibutuhkan mendesak, mana yang tidak. Apakah perlu ruang jumlah banyak atau ruang dengan ukuran luas. Dari tiga hal diatas adalah awal jika kita ingin menentukan desain rumah mungil. Ada beberapa pertimbangan semisal berdasarkan kebiasaan dan keinginan. Jika anda senang berada dalam kamar atau ruang tidur berarti kamar harusluas. Jika anda lebih sering berada di dapur berarti harus dibuat dapur dengan area nyaman. Jika anda mementingkan berkumpulnya anggota penghuni di ruang keluarga maka ruang ini jadi induk dalam desain rumah. Kebutuhan akan KM/WC pun perlu dipikirkan apakah KM dengan pemakaian jadi satu sehingga hemat, atau diperlukan KM setiap ruang tidur, dan ruang lain, seperti untuk anggota keluarga, tamu, atau KM servis/pembantu. Tentu semua orang menginginkan kondisi ideal semua terpenuhi. Namun sekali lagi, untuk men desain rumah mungil harus ada batasan. Jika ada kendala maka harus diambil rencana pembangunan bertahap atau rumah tumbuh. Dari kondisi awal seperti disebut diatas, sebenarnya kita sudah bisa menjelaskan, seberapa mungil kah rrumah mungil itu. Atau seberapa luas rumah dengan kondisi dianggap ideal.