Desain Rumah Mungil Menyatukan Ruang Mungil dalam Desain Rumah

Desain Rumah Mungil belakangan ini menyatukan beberapa ruang mungil dalam desain rumah.

 

Di kota-kota besar yang sibuk, rumah mungil tak harus luas, bukan hanya karena harga tanah dan bangunan yang tinggi, tapi juga karena keperluan ruang sebenarnya tidak banyak selain repot pemeliharaannya. Karena itu bila membeli rumah mungil, terlebih bagi orang muda yang masih sangat produktif, sebaiknya fokus saja pada desain tata ruang rumah mungilnya yang paling memenuhi kebutuhan esensial anda.

 

Alasannya, di kota besar, kebanyakan orang menghabiskan waktu untuk bekerja dan kegiatan lain di luar. Pulang kerumah sudah malam, sehingga jarang makan di rumah. Artinya, anda tidak lama di ruang makan atau ruang keluarga tapi langsung masuk kamar tidur. Ruang keluarga hanya terpakai saat weekend. Jadi, apa pentingnya harus ada ruang inti ini itu atau harus besar?

 

Kita coba buat atau cari saja rumah dengan kamar tidur utama lebih luas dan nyaman, karena sebagian besar waktu kita sudah habis diluar, di rumah lebih banyak di kamr tidur. Menyatu di kamar tidur bisa diadakan kamar mandi, tempat ganti busana dan bersolek ala walk in closet, TV, dan lainnya.

 

Untuk itu cara pandang mindset kita terhadap rumah memang harus berubah selaras dengan tuntutan hidup di kota. Kalau berpikirnya masih rumah harus ada ruang tamu dan lain-lain, ya susah. Gaya hidup sibuk di kota besar membuat rumah harus dikembalikan ke fungsinya yang esensial. Jadi, ruang tamu mungkin ga perlu, begitu pula kamar pembantu karena sorenya pembantu bisa pulang, dan seterusnya, tergantung gaya hidup masing-masing. Mengikuti perubahan itu, perabot dan aksesoris rumah juga harus kompak dan mudah dirawat.

 

Rumah di perkotaan yang kian di desain rumah mungil membuat kita harus menyatukan beberapa fungsi ruang. Apalagi, hidup yang kian sibuk dan individialistis membuat sejumlah ruang tak fungsional lagi. Sebut saja teras, dulu perlu agak besar sebagai tempat bersantai dan menerima tamu. Tapi, kini siapa yang mau berlama-lama bertamu ke rumah kecuali kerabat dan teman akrab? Sebab itu teras menciut untuk menerima tamu, sementara ruang tamu hilang digantikan ruang keluarga sebagai tempat anggota keluarga bercengkrama sekaligus menerima kerbat dan teman dekat.

 

Karena menjadi tempat berakrab-akrab, ruang keluarga boleh dibiarkan menerus tanpa sekat dengan ruang makan. Livng dan dining itu fungsinya sama, tempat berkumpul keluarga. Jadi kalau disatukan tidak mengganggu interaksi keluarga. Fungsi ruangpun menjadi kompak, efisien, dan sesuai dengan perkembangan jaman.

 

Terlebih saat ini kebanyakan keluarga adalah pasangan suami isteri yang bekerja, yang menuntut gaya hidup praktis dan dinamis dengan ruang di rumah yang lebih terbuka dan terkesan lapang. Karena lifestyle itu kita berada dalam situasi komunikasi yang susah dan terbatas. Dengan membuat ruang menyatu, kalau orangtua sedang makan sementara anak menonton TV, komunikasi masih bisa terjalin.

 

Penataan ruang kebanyakan desain rumah mungil di perkotaan memang mau tidak mau meniru apartemen. Untuk itu perlu kompromi dan perubahan budaya. Dengan ukuran rumah yang terbatas sudah tidak masuk akal mebagi-bagi fungsi ruangnya secara ketat. Harus disatukan menjadi sebuah open space yang besar. Nanti pemisahannya melalui perlengkapan di tiap area.

 

Misalnya, penempatan dua kursi di teras menandainya sebagai area penerima tamu yang bukan kerabat atau teman akrab. Sedangkan peletakan sofa dan meja makan menjadi penanda ruang keluarga dan ruang makan. Zoning berdasarkan furniture itu bisa dipertegas dengan penambahan assessoris. Misalnya lukisan di ruang makan, foto-foto keluarga di ruang keluarga. Zoning lain bisa dilakukan melalui aplikasi karpet di living room, warna keramik yang berbeda, atau menaikkan level lantai pada salah satu area.

 

Pada desain rumah mungil sebaiknya pilih furniture yang transparan dan tidak masif seperti meja makan dari kaca, credenza kaca, sehingga pandangan tetap bisa menerus.

 

Sebaiknya tidak memecah fungsi ruang melalui pembedaan warna karena malah memberikan kesan mempersempit.

 

Pada ruang tidak boleh ada elemen yang saling tarik menarik atau berkompetisi menarik perhatian. Jadi, cukup satu perabot seperti lampu gantung atau yang lainnya sebagai pusat perhatian utama di ruangan yang disatukan.

 

Aplikasi gorden hendaknya full dari palfon hingga ke bawah untuk menciptakan efek vertikal yang panjang dan menepis kesan sumpek.

 

Pajangan atau asesoris diperlukan untuk memperlembut ruangan. Tapi, jangan terlalu banyak menggantung foto atau lukisan. Kita bisa menggunakan frame yang agak besar yang diisi banyak foto.