Arsitek Desain Rumah Mungil Profesional Harus Banyak Mendesain Real Estate

Arsitek Desain Rumah Mungil Profesional Harus Banyak Mendesain Real Estate.

 

Di kota-kota besar kebutuhan desain rumah mungil dipenuhi perusahaan developer melalui pengembangan real estate. Supaya pengembangannya mengikuti kaidah-kaidah arsitektur dengan mempertimbangkan keberlanjutan kota yang memadat, keterlibatan arsitek desain rumah mungil profesional menjadi penting. Mereka memiliki konsep desain lebih kuat dan matang, baik dalam penyelesaian masalah ruang, konstruksi, maupun estetika. Makin besar keterlibatan mereka dalam pengembangan desain rumah mungil real estate, kian bagus buat perkembangan kota dan penduduknya.

 

Sayang sampai sekarang masih sangat sedikit real estate yang tersentuh tangan arsitek desain rumah mungil profesional. Kalaupun ada terbatas pada sejumlah kecil rumah untuk kalangan atas di sejumlah mini real estate atau disatu dua klaster hunian di beberapa perumahan berskala besar. Developer enggan memakai arsitek desain rumah mungil profesional karena tidak yakin desainnya laku dijual, sementara arsitek tidak percaya developer akan memberinya keleluasaan mendesain.

 

Seorang arsitek desain rumah mungil menyebut developer memandang rumah kurang lebih serupa dengan sandal dan sepatu yang diproduksi seragam tanpa jiwa, bukan tempat orang bermukim dan mengembangkan dirinya. Real estate kita hanya berisi jajaran bangunan yang dingin mirip barisan tentara. Kenapa arsitek desain rumah mungil profesional masih seperti minyak dan air dengan debeloper? Sangat sedikit arsitek profesional yang karyanya bisa diakomodasi banyak developer indonesia.

 

Kenapa arsitek desain rumah mungil profesional perlu mengerjakan proyek real estate?

Kontribusi arsitek desain rumah mungil terbesar itu harusnya di rumah real estate karena rumahnya dibuat untuk banyak orang. Proyeknya nggak sedikit, lahannya luas, rumahnya sangat banyak. Jadi kita perlu beri perhatian lebih. Real estatenya akan lebih bagus, pengaruhnya akan luas kepada masyarakat.

 

Kenapa arsitek desain rumah mungil belum mewarnai proyek real estate?

Mungkin belum banyak yang bisa menyesuaikan diri. Kadang-kadang mereka diminta mendesain sebuah rumah tapi ngga continue. Setelah dua tahun baru dipanggil lagi sama developer. Kalau kita sudah continue.

 

Bagaimana membuat mereka mau mendesain rumah real estate?

Arsitek desain rumah mungil harus coba memahami developer, berkompromi. Komprominya sejauh mana itu memang sulit, perlu proses belajar. Arsitek desain rumah mungil harus idealis dalam arti menaati kaidah-kaidah arsitektur dalam mendesain, tapi tidak bisa memaksa orang harus seperti kita melihat desain rumah. Kadang-kadang arsitek desain rumah mungil begitu disodorin proyek developer sudah negatif. Wah ribet, bujetnya terbatas, diubah-ubah terus. Tidak coba dieksplorasi lebih jauh. Bagi arsitek itu tantangan, bagaimana membuat desain seidealis mungkin. Pasti banyak hambatan, dibanding mengerjakan rumah pribadi, bekerja untuk developer jauh lebih sulit karena arsitek desain rumah mungil bikin rumah untuk semua orang. Kalau rumah satu orang tinggal kita diskusi dengan pemiliknya, rumah real estate bertemu owner proyek yang mau ini itu tapi menempati rumahnya nanti bukan dia. Karena itu yang pertama arsitek desain rumah mungil lakukan adalah pelajari segmen rumahnya seperti apa. Arsitek desain rumah mungil perlu memahami pola hidup mereka. Arsitek desain rumah mungil suka garis desain simple, tapi ngga memaksakan selera itu, karena kalau nanti setelah ditempati 1-2 tahun terus rumahnya sudah ditambahi segala macam, desain arsitek ngga berhasil. Arsitek desain rumah mungil lebih happy menciptakan apa yang mereka mau tapi tetap dalam koridor idealisme arsitektur.

 

Bagaimana arsitek desain rumah mungil meyakinkan developer?

Arsitek perlu pandai mengemukakan konsep, berkomunikasi, melakukan pendekatan. Mungkin itu salah satu kesulitan arsitek mendesain real estate. Pendekatannya. Kita harus seperti air yang mengalir. Kita arahkan sedikit demi sedikit. Ngga terasa mereka ngikutin kita. Jangan langsung kekeh dengan konsep kita. Arsitek desain rumah mungil juga ngga mau ikut aja maunya developer. Arsitek ga bisa kerja hard sale. Kan banyak tuh developer baru yang maunya cepat untung. Panggil arsitek desain rumah mungil, terus minta desainnya satu minggu selesai, tampak depan rumahnya sudah ditentukan begini-begini. Kalau cuma satu minggu kita bisa mikir apa? Untuk klien baru minimal satu bulan. Setiap developernya kan punya karakter berbeda-beda, segmen jualannya juga berbeda, arsitek perlu pelajari detail pasar mereka, lingkungannya bagaimana. Setelah kenal, tahu apa yang developer mau, untuk proyek berikutnya satu minggu arsitek bisa kerjakan.

 

Nyatanya idealisme yang arsitek desain rumah mungil komunikasikan itu bisa diterima developer. Mereka yang tadinya hard sale sekarang mau ikut konsep arsitek. Malah setelah punya kekuatan desain, mereka yang cari arsitek, karena arsitek desain rumah mungil dianggap punya experience menangani proyek developer. Ini yang terlihat arsitek banyak kesulitan. Rumah kan untuk ditinggali sehari-hari, bahkan seumur hidup. Jadi, paling ngga bisa idealis karena berhubungan dengan maunya pemakainya. Maunya ini itu tapi bujetnya terbatas. Sejak awal kita sudah harus menyadari arsitek desain rumah mungil mendesain untuk developer. Karena itu arsitek berupaya mendidik developer agar punya taste arsitektur, memperhatikan desain rumahnya, ngga cuma jualan.

 

Arsitek desain rumah mungil juga harus pernah bekerja di developer. Arsitek harus belajar cara berpikir mereka. Developer pemikirannya tidak jelek. Tidak sekedar mau jualan terus dapat uang. Tetapi juga memikirkan sisi arsitektur rumahnya. Jika pemilik developer arsitek bisa lebih concern, memang tidak setiap developer seperti itu. Arsitek desain rumah mungil harus bisa memilih developer yang bisa bekerja sama.

 

Kenapa berpengaruh? Jelas. Karena arsitek desain rumah mungil tidak hanya berpikir dari sisi arsitektur tetapi berupaya memahami pemikiran developer. Terkesan developer banyak proyek di berbagai lokasi perlu referensi. Bagaimana satu desain bisa dipakai di banyak proyek tapi tetap bisa diterima oleh konsumennya. Riset arsitek mengenai bentuk, tata ruang, penggunaan abahan, dan karakter pasar di setiap daerah. Jadi, walaupun bentuk luarnya sama, ada yang berbeda, tata ruangnya misalnya. Daerah rural luar kota tidak suka ruang tamunya tertutup layaknya pendopo. Sementara daerah urban kota ingin tertutup sebab memakai AC semua ruang. Ada yang memilih desain ruang open terbuka mengalir, tetapi daerah pantai tidak bisa demikian.

 

Sebenarnya untuk rumah real estate yang disebut idealis itu seperti apa?

Misalnya kalau penghuni rumah hanya empat, arsitek desain rumah mungil membuat ngga perlu ruang makan atau living room ruang keluarga yang besar. Cukup segiempat kecil, sisanya taman supaya orang makan enjoy menikmati suasana, tidak ada pemborosan ruang. Itu yang harus dipikirkan arsitek saat mendesain. Rumah harus punya ambiance, suasana. Fokus desain arsitek desain rumah mungil ke situ. Kalau ditanya selera arsitek pribadi, tentu suka rapi, simpel, banyak ruang terbuka, terkesan luas, sirkulasi udaranya lancar. Tentang rumah harus nyaman, enak, itu pasti, kaidah-kaidah dasar arsitektur yang memang harus masuk.

 

Berarti rumah itu subjektif. Rumah real estate bagaimana subjektifitasnya karena yang akan menempati kita tidak tau?

Itulah tantangan arsitek desain rumah mungil. Harus diatasi dengan mencari tau karakteristik pasarnya. Jadi ketika arsitek dipanggil developer tentu tidak mau hanya disuruh menggambar. Harus tau segmen pasar, karakternya seperti apa. Sejak awal arsitek harus sadar, rumah itu untuk dijual kepada orang, harus laku. Kalau rumah pribadi klien, arsitek diskusi pemilik rumahnya, rumah real estate calon konsumennya rumah itu. Arsitek mendesain untuk mereka.

 

Kesulitannya biasanya pada eksplorasi desain. Misal untuk rumah kavling 6×15 m2 itu apa yang mau arsitek eksplorasi buat developer supaya laku? Hanya kamar-kamar dan ruang keluarga. Rumah pribadi tinggal mencatat pola hidupnya. Dan arsitek desain rumah mungil membuat desainnya. Secara desain lebih mudah dan enak. Kaidah arsitektur masuk, arsitek juga leluasa bereksplorasi. Rumah real estate tidak. Orang marketing mau begini, orang teknik begitu, datang owner lain lagi. Bolak-balik. Biasanya arsitek harus mengarahkan. Arsitek desain rumah mungil mendengar maunya mereka semua, keluarkan desain, dan yakinkan bahwa itu akan laku. Sangat sulit bagi arsitek jika developer hanya mementingkan tampak depan fasade, karena fasad itu sama denah sangat berlainan. Fasade mengikuti layout. Waktu mendesain denah arsitek harus tau, mau style rumahnya ke arah apa, karena tropical modern itu beda dengan klasik denahnya. Kalau rumahnya tripical modern terus minta diubah jadi klasik, denahnya harus diubah, karena masing-masing punya kaidah desain. Itu disebut idealis arsitek. Arsitek desain rumah mungil pasti ga bisa hanya tukang gambar, ikut saja maunya developer.

 

Berbeda dengan desain rumah pribadi yang harus detail seksama, rumah desain rumah mungil developer mungkin ga sampai detail sekali karena percuma tidak akan masuk bujet. Desain basic dasar saja, plafon rata misalnya. Developer sudah terduga waktunya, sketsa hari ini, launching bulan berikutnya. Klien rumah pribadi susah diduga. Hari ini datang minta diubah, nantinya datang diubah lagi. Senangnya rumah probadi itu arsitek lebih leluasa mengeksplorasi desain, idealisme bisa lebih leluasa.