Arsitek Desain Rumah Mungil

Arsitek dapat menghasilkan karya yang bagus walau untuk Desain Rumah Mungil. Karena ada ilmu untuk desain rumah itu. Seperti teori yang membedakan zoning antara kegiatan publik dan private. Untuk rumah 2 lantai, biasanya karena pintu masuk di area bawah selevel dengan area publik, sementara untuk area private seperti kamar tidur diletakkan di lantai atas. Sementara untuk desain rumah di lahan ukuran mungil, itu jauh lebih sulit ketimbang lahan lebar luas. Pengalaman yang sering terjadi banyak sekali klien yang meminta desain rumah mungil dengan lahan kecil, meminta penempatan area privat khususnya kamar tidur utama di lantai bawah atau dasar. Hal ini sangat menyulitkan sekali. Karena kamar tidur utama yang notabennya untuk pemilik rumah harus dibuat senyaman mungkin, dengan kata lain sebesar dan seluas mungkin ditambah fasilitas KM/WC dalam bahkan wardrobe atau walk-in-closet. Yang menjadikan area rumah bagian bawah sudah habis termakan area ruang tidur utama ini. Belum lagi luasan untuk area publik seperti dapur, ruang makan, ruang keluarga bahkan ruang tamu. Tidak akan mungkin untuk luasan lahan mungil. Alasan utama klien yang ingin ruang tidur utama adalah keengganan untuk sirkulasi vertikal naik-turun tangga yang menyita energi fisik disamping kemudahan hubungan ruang dengan area publik. Bahkan kedekatan aktifitas sehari-hari antara pemilik penghuni utama dengan asisten atau pembantu pun menjadi pemikiran. Belum lagi usia penghuni yang sudah lanjut tidak memungkinkan untuk beraktifitas di lantai atas. Itulah salah satu pengalaman terbanyak bagi arsitek yang merancang desain rumah mungil..g